Kasih Dalam Pacaran


  1. Kasih itu sabar. Kasih membut orang sabar, jika kekasihnya berbuat sesuatu yang kurang baik atau kesalahan, dia bukan marah tetapi ‘berbelas kasihan’ dan ingin mengajari serta memberi tahu bagaimana benarnya. Jika engkau punya pacar dan dia tidak sabar terhadapmu, engkau boleh meragukan, apakah ia sungguh-sungguh mencintaimu? Jika engkau tidak sabar terhadap pacarmu engkau kurang mencintainya. Kasih itu sabar, jika tidak sabar engkau perlu hati-hati.
  2. Kasih itu murah hati. Kasih  membuat seseoran punya kecenderungan untuk memberi kepada yang dicintainya. Orang akan membuat pribadi yang dicintainya senang, bahagia dan untuk itulah dia bermurah hati. Kasih itu memberi. Jika engkau punya pacar dan dia pelit, tidak pernah memberi, tidak pernah traktir padahal dia ada uang maka engkau pantas meragukannya, apakah dia benar-benar mencintaimu atau memanfaatkanmu. Beda halnya jika dia tidak memiliki materi untuk bermurah hati memberi materi, tetapi dia suka menolong, menyediakan waktu, ia bermurah hati dengan tenaga dan waktu yang dimilikinya, ia mencintaimu dan engkau tidak usah meragukan cintanya. Kasih itu korban, kasih itu memberi, kasih itu murah hati, kasih bukan meminta.
  3. Kasih itu tidak cemburu. Cemburu bukan tanda cinta cemburu tanda ketidakpenguasaan diri. Cemburu bukti bahwa orang tidak percaya kepada pasangannya. Pacaran perlu melatih pasangan dan meyakinkan pasanganmu bahwa engkau bisa di percaya. Anda juga harus belajar mempercayai karena salahsatu hakekat cinta adalah kita percaya kepada pribadi yang kita cintai. Jika engkau mencintai pasanganmu, engkau juga harus menjaga perasaannya, supaya ia tidak cemburu. Kasih itu tidak cemburu, sebaliknya kasih percaya segala sesuatu.
  4. Kasih tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Bersyukur dan menerima diri sendiri, memiliki citra diri yang baik adalah hal yang benar. Namun, ‘bermegah’ atau ‘sombong’ bukanlah tanda kasih. Kasih harus ada unsur mengagumi, menyenangkan, entah prinsip hidupnya, penampilan fisiknya, karekaternya dan sikap-sikapnya karena hal itu yang membuat seseorang tidak merendahkan pasangannya dan tidak bermegah atas dirinya sendiri. Bangunlah dirimu dengan memiliki tujuan hidup yang mulia, visi hidup yang ilahi dan menjalaninya dari karekater, itu yang membuat engkau tidak diremehkan dan tidak meremehakn orang lain. Tidak bermegah atas diri sendiri, sebab kasih itu tidak sombong.
  5. Kasih tidak melakukan yang tidak sopan. Kasih itu menghargai pribadi dan bukan memanfaatkan pasangan untuk mengobarkan nafsu dan menikmati terangsang-rangsang dengan melakukan yang tidak sopan. Keintiman dengan pasangan sah-sah saja, tetapi bukan berarti melanggar norma kesopanan dimana kalian tinggal. Jika engkau benar-benar mencintainya, mintalah dia membuktikan cintanya dengan sabar dan sopan. Kasih berpikir bagaimana bisa memuliakan pasangannya, atau menjadi mulai bersama-sama dan bukan hina bersama-sama. Kasih itu sopan.
  6. Kasih Tidak mencari keuntungan diri sendiri. Jika pacaran dengan seseorang dan mulai berpikir-pikir ‘untung rugi’ maka sebenarnya engkau tidak mencintainya. Kasih sejati bukan mencari untung, bukan apa yang didapat, kasih sejati berpikir, apa yang bisa saya berikan kepadanya. Berikan cinta, berikan perhatian, berikan kasih sayang dan engkau akan bahagia, karena jika itu yang engkau pikirkan engkau memang mencintainya.
  7. Kasih tidak pemarah. Lebih baik tinggal dipadang gurun daripada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah (Ams 21:19). Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah (Ams 22:24). Kasih itu sabar, sabar berarti tidak pemarah atau tidak mudah marah.
  8. Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain (mengampuni). Tidak menyimpan kesalahan orang lain, bukan berarti membicarakan kesalahan orang lain kemana-mana, itu penggosip. Tetapi dalam arti tidak meyimpan dihati kita, tidak diingat-ingat lagi, artinya mengampuni dengan total. Menyimpan kesalahan orang lain dihati dan pikiran kita, hanya membuat hati terluka. Kalau pacarmu berkata mengasihimu, maka engkau akan percaya jika dia membuktikannya dengan mengampuni kesalahanmu, melupakannya dan tidak mengungkit-ungkitnya di kemudian hari. Demikian juga sebaliknya, jika engkau mencintai pacarmu, yakinkan dia bahwa engkau mencintainya dengan tidak menyimpan kesalahannya. Kasih itu mengampuni.
  9. Kasih Tidak bersukacita karena ketidakbenaran. Kasih tidak bersukacita karena ketidakbenaran dengan hubungannya dengan orang lain. Ada orang yang bisa tertawa terbahak-bahak karena orang lain mengalami kesialan, jath tersandung, nambak tiang atau kecelakaan. Bukan reaksi belas kasihan atau empati, tetapi menertawakan. Kasih Tidak bersukacita karena ketidakbenaran.
  10. Kasih menutupi segala sesuatu. Kasih menutupi segala sesuatu bukan berarti bohong atau menutupi segala sesuatu yang tidak benar supaya jangan ketahuan. Menutupi dalam arti, jika kesalahan pasangan sudah diakui secara pribadi kepada kita, kita tidak perlu menceritakannya kemana-mana.
  11. Kasih tidak berkesudahan. Kasih dan cinta sejati diuji oleh waktu. Tidak ada ujian yang lebih baik dan tepat dariapada waktu. kasih tidak berkesudahan, sederhana, jadi, jika dia mutusin kamu, berarti ‘berkesudahan’ ya sudah berarti dia tidak sungguh-sungguh mengasihimu. Tidak perlu diratapi, tidak perlu disesali, ampuni, relakan dan bukalah hatimu untuk orang lain.

 

Dikutip dari : “Love, sex & datting” Karangan Ir. Jarot Wijanarko edisi revisi 3 tahun 2009 penerbit suara pemulihan dan Alkitab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s