Memilih Pasangan Hidup


Salah satu keputusan yang sangat penting yang harus di ambil oleh seseorang dalam hidupnya adalah memilih pasangan hidup. Ini adalah keputusan sekali seumur hidup. Jadi, berhati-hatilah dalam mengambil keputusan ini. Dalam mengambil keputusan ini masalah yang dihadapi adalah Bagaimana menemukan orang yang tepat? Ingat, orang yang tepat bukan orang yang sempurna. Jika Anda bermimpi mencari orang yang sempurna, lupakan saja. Sekalipun mencarinya sampai ke ujung bumi, Anda tidak akan menemukannya. Jika Anda menemukan pasangan yang tepat senyum bahagia akan selalu menghiasi wajah Anda. Sebliknya, jika Anda salah memilih pasangan cepat atau lambat, senyum bahagia Anda akan akan berubah menjadi air mata kesedihan. Apapun yang terjadi dalam kehidupan Anda dan pasangan Anda tidak ada yang bisa memisahkan Anda berdua, kecuali maut. Jadi, waspadalah!!!! Jangan salah pilih!

Untuk menemukan pasangan yang tepat ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Berikut bocorannya:

1) Umur

Bicara soal umur dan waktu, timbul pertanyaan kapan waktu yang tepat memilih pasangan hidup? Tiap masyarakat mempunyai patokan tersendiri kapan biasanya orang mulai memilih pasangan hidup (menikah). Waktu yang tepat adalah ketika Anda sudah dewasa. Dewasa bukan hanya secara fisik tetapi harus dewasa juga secara mental dan rohani. Selain itu,harus bisa dan mampu hidup mandiri secara rohani, pribadi, ekonomi, emosi, jika seseoarang berani ‘meninggalkan ayahnya dan ibunya’ dalam arti prioritas, dalam arti tidak lagi bergantung dan mengandalkan orang tua secara ekonomi dan emosi. Berani mengambil keputusan, bertanggungjawab, juga dia tahu kriteria apa yang dibutuhkan karena dia sudah mengenal jadi dirinya, mengenal diri sendiri, mengenal sifat, temperamen dan karakter sendiri dan mulai bisa mengerti teman hidup semacam apa yang diberlukan.

2) Harus Seiman

Ini adalah poin terpenting karena menyangkut suatu hal yang sangat mendasar, dasar dan pandangan hidup. Perbedaan dasar dan padangan hidup akan mempersulit proses komunikasi dan penerimaan satu dengan yang lainnya. Ingat! harus seiman. Di Indonesia ada Undang-Undang yang melarang pernikahan beda Agama. Begitu juga dengan ajaran Agama masing-masing, gelap tidak bisa bersatu dengan gelap. Dunia mengatakan bahwa kebahagiaan pernikahan Anda tidak bergantung pada iman pasangan Anda. Namun, kenyataan membuktikan bahwa banyak pernikahan yang hancur berantakan karena perbedaan iman.

3) Pergi Mencari.

Tindakan berikutnya adalah pergi untuk mencari. Anda tidak bisa mengurung diri didalam kamar, hanya berdoa dan berharap supaya pasangan hidup dari Tuhan datang tiba-tiba begitu saja di depan Anda. Banyak orang yang tidak punya pacar, terlambat bahkan tidak menikah karena memang tidak bergaul, mengurung dan dikurung oleh orang tuannya di dalam rumah. Ada juga yang mengurung diri karena citra dirinya. Jadi, Bergaullah! Bergaullah seluas mungkin. Miliki banyak teman dan bangun hubungan persahabatan dengan banyak orang, libatkan dalam berbagai kegiatan, entah kelompok drama, olahraga, seni, pecinta alam atau kegiatan sosial lainnya. Tidak tertutup kemungkinan pasangan Anda berada diantara sahabat Anda. Selain itu, Anda juga harus mencari di tempat yang tepat. Anda harus punya kesungguhan mencari Suami Istri dan bukan sekedar cari pacar. Bangunlah pernikahanmu, bangunlah sikap pribadimu dan tariklah minat lawan jenismu bukan dengan daya tarik sexsual yang sebentar yang setelah usia lewat akan hilang, bukan dengan kekayaan yang pasti selalu ada yang lebih kaya. Carilah yang  berkarakter, sepadan dan selevel, pikatlah orang lain dengan karakter dan kepribadianmu.

4) Kenali Pasangan Anda

Anda harus saling mengetahui kelebihan dan kekurangan pasangan Anda dan belajar untuk saling menerima kekurangan dan menghargai kelebihan pasangan. Latar belakang suku dan budaya, Pribadi dan keluarga pasangan Anda dan perbedaan usia tidak akan pernah bisa berubah sampai kapan pun. Jika ada salah satu diantara hal tersebut yang masih mengganjal dan sulit Anda terima, sebaiknya Anda harus berpikir dua kali atau lebih untuk melanjutkan hubungan Anda ke jenjang pernikahan. Karakter, kebiasaan, visi dan hobi pasangan Anda bukanlah hal yang bisa berubah dengan mudah. Ketampanannya atau kecantikannya, pekerjaannya, kondisi keuangannya, tempat tinggalnya dan wawasan pengetahuannya adalah hal yang sangat mudah berubah. Jika Anda cinta pasangan Anda karena hal itu di atas maka siap-siaplah untuk kecewa.

5) Doa, Tanda dan Peneguhan

Dengan berdoa berarti kita mengakui keterbatasan yang ada dan sekaligus mengakui keutamaan Tuhan di dalam hidup kita. Untuk memilih seorang pribadi yang akan mendampingi kita selamanya mulailah dengan meminta tanda dan peneguhan dari Tuhan, sebelum melangkah lebih jauh. Kenalilah pribadimu, karaktermu, susunlah pribadi yang engkau butuhkan dan masukkan itu sebagai tanda yang engkau minta. Peneguhan yang cukup kuat dan sangat baik adalah persetujuan calon mertua dan dari orang tua Anda. Pasangan Anda harus bisa menerima keluarga Anda apa adanya. Begitu juga Anda harus menerima keluarganya.

6) Komitmen

Satu hal yang perlu di ingat dalam masa pencarian pasangan Hidup : “True Love takes time”. Cinta ataupun Kasih sejati akan diuji oleh waktu. Cinta dan kasih sejati juga bukan instan, tidak turun dari langit tetapi harus dibangun. Bahkan setelah menikahpun kasih perlu terus di kembangkan. Pernikahan yang bahagia bukanlah berarti tanpa beban, masalah dan pergumulan atau konflik. Rasa percaya dan mempercayai, kesabaran dan saling pengertian terus dikembangkan dan dijalin untuk kebahagiaan bersama.

SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s